YNFS-JEMBER.ID, Jember — Yayasan Nurul Furqon A’s Sututhiyyah kembali menggelar kegiatan Kajian Subuh yang insyaallah akan dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026 bertepatan dengan 29 Syawal 1447 H, bertempat di Masjid Nurul Furqon, Jalan Srikoyo Gg. Delima No. 7, Patrang, Jember, sesudah salat Subuh hingga selesai.
Pada kesempatan kali ini, kajian akan mengangkat materi Surat Quraisy, yaitu surat ke-106 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 4 ayat dan tergolong sebagai surat Makkiyah. Meskipun sangat pendek, Surat Quraisy memiliki pesan yang sangat mendalam. Surat ini menyentuh inti kehidupan manusia, yaitu tentang nikmat Allah, rasa aman, kecukupan rezeki, dan kewajiban untuk beribadah kepada-Nya.
Surat Quraisy diawali dengan pengingat tentang kebiasaan orang-orang Quraisy. Menariknya, Allah tidak langsung memulai surat ini dengan perintah ibadah, tetapi terlebih dahulu mengingatkan mereka tentang kebiasaan hidup yang selama ini mereka jalani. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sering kali terbiasa dengan nikmat, lalu menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, sesuatu yang terasa biasa dalam kehidupan sehari-hari bisa jadi merupakan nikmat besar dari Allah SWT.
Orang-orang Quraisy pada masa itu memiliki kebiasaan melakukan perjalanan dagang pada dua musim, yaitu musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam. Di tengah kondisi zaman yang penuh bahaya, mereka dapat melakukan perjalanan dengan aman. Hal ini bukan semata-mata karena kekuatan, kecerdikan, atau kemampuan dagang mereka, melainkan karena adanya perlindungan dan kemudahan dari Allah SWT. Dari sini, jamaah diajak untuk memahami bahwa kelancaran rezeki dan kemudahan hidup bukan hanya hasil usaha manusia, tetapi juga bentuk kasih sayang Allah yang memudahkan jalan hamba-Nya.
Surat ini juga menegaskan dua nikmat besar yang sering kali terlupakan, yaitu makanan atau rezeki dan keamanan. Manusia biasanya mudah menyadari ketika mengalami lapar atau kekurangan rezeki, tetapi sering lupa bahwa rasa aman adalah nikmat yang sangat besar. Jika sebuah negeri tidak aman, maka aktivitas ekonomi terganggu, ibadah tidak tenang, perjalanan menjadi penuh ketakutan, dan kehidupan sosial tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, keamanan merupakan salah satu pondasi penting dalam kehidupan manusia.
Setelah menyebutkan berbagai nikmat tersebut, Allah kemudian menyampaikan inti pesan Surat Quraisy, yaitu agar manusia menyembah Tuhan pemilik Ka’bah. Pesan ini menjadi pengingat bahwa nikmat yang besar seharusnya mengantarkan manusia kepada rasa syukur dan ketaatan. Jangan sampai rezeki lancar, hidup nyaman, dan keadaan aman, tetapi ibadah justru terabaikan. Inilah teguran halus namun sangat kuat dalam Surat Quraisy: Allah telah memberi makan, memberi rasa aman, dan melindungi kehidupan manusia, maka sudah seharusnya manusia kembali menyembah dan taat hanya kepada-Nya.
Kajian ini juga menjadi cermin bagi kehidupan umat Islam hari ini. Banyak di antara manusia yang dapat makan setiap hari, memiliki penghasilan, tinggal di tempat yang relatif aman, dan menikmati berbagai fasilitas kehidupan. Namun, tidak jarang salat masih ditunda, masjid masih sepi, dan ibadah belum menjadi prioritas utama. Melalui Surat Quraisy, jamaah diingatkan agar tidak menjadi hamba yang lalai karena terlalu nyaman dengan nikmat dunia.
Pesan besar dari Surat Quraisy adalah bahwa nikmat tanpa syukur dapat melahirkan kelalaian. Syukur bukan hanya diucapkan dengan kalimat Alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan melalui salat tepat waktu, ketaatan kepada Allah, kepedulian terhadap sesama, serta penggunaan nikmat untuk kebaikan. Rezeki, kesehatan, keamanan, jabatan, dan kesempatan hidup hendaknya menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah, bukan justru menjauhkan manusia dari-Nya.
Dalam kajian ini, jamaah juga akan diajak untuk melakukan tadabbur, khususnya bagi mereka yang telah memasuki usia matang. Pada usia 50 tahun ke atas, hidup bukan lagi semata-mata tentang mengejar dunia secara berlebihan, tetapi menjadi momentum untuk lebih banyak membaca, memahami, dan merenungi Al-Qur’an. Nikmat yang dirasakan hari ini adalah tanda kasih sayang Allah, sekaligus pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Kajian Subuh ini akan disampaikan oleh Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D.. Melalui penyampaian beliau, diharapkan jamaah dapat memperoleh penguatan ilmu, spiritualitas, dan kesadaran untuk semakin mensyukuri nikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Yayasan Nurul Furqon A’s Sututhiyyah berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an, menumbuhkan rasa syukur, memperkuat ibadah, serta mengingatkan umat Islam agar tidak lupa kepada Allah di tengah kelapangan hidup.
Surat Quraisy seakan menyampaikan pesan mendalam kepada setiap manusia: “Jika hidupmu sudah cukup, hatimu aman, dan kebutuhanmu terpenuhi, maka jangan lupa kepada Allah.”
Mari kita renungkan bersama. Jangan sampai kita sibuk menikmati nikmat, tetapi lupa kepada Pemberi nikmat. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur, bukan hamba yang lalai karena kenyamanan.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi panitia melalui nomor 0821-3312-6221 serta mengikuti kanal informasi resmi Yayasan Nurul Furqon A’s Sututhiyyah.
